Pages

Saturday, 15 September 2012

Syaikh Msyari Rosyid


الشيخ مشاري راشد ||
"ربنا أصلح لنا السرائر ، وأيقظ لنا الضمائر ، وأنزل على عدوك وعدونا الدوائر". —

Syaikh Msyari Rosyid
" wahai rabb kami perbaikilah jiwa-jiwa kami, dan bangunkanlah perasaan-perasaan kami, dan turunkanlah atas musuh-musuhmu dan musuh-musuh kami malapetaka"

من أقوال العلماء والدعاة

Syaikh Abu Ishaq


الشيخ أبو إسحاق الحويني |

"لا اله الا الله"

بعض الناس يظن ان التلفظ بها عند الموت سهلاً

لا ، لا يتلفظ بها عند الموت الا من حققها في حياته

Syaikh Abu Ishaq

"laa ilaaha illallahu"
sebagian manusia mengira mengucapkannya mudah ketika sakaratul maut
seseorang tidak akan mengucapkannya ketika sakaratul maut kecuali yang merealisasikannya di dalam hidupnya"

من أقوال العلماء والدعاة

Assyeikh Mashari Rashid


الشيخ مشاري راشد ||
"اللهم اكتب لي نصيبا من خير تقسمه، ونورا تهدي به، ورحمة تنشرها، ورزقا تبسطه، وبلاء ترفعه، وفتنة تصرفها، وشرا تدفعه". —

" ya Allah tentukanlah bagiku bagian dari kebaikan yang engkau membagi-bagikannya, dan cahaya yang engkau memberi hidayah dengannya, dan rahmat yang engkau menyebarkannya, dan rizki yang engkau meluaskannya, dan bencana yang engkau angkat, dan ujian yang engkau menghindarkannya, dan keburukan yang engkau menolaknya."

من أقوال العلماء والدعاة

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin -rahumahullah


الشيخ محمد بن صالح العثيمين - رحمه الله |
لا ينبغي للإنسان أن يمنعه الحياء عن التفقه في دين الله، لأن الله تعالى لا يستحي من الحق ، ولهذا كانت النساء تسأل النبي صلى الله عليه وسلم عن الأمور التي يستحيى منها ، حتى إن عائشة رضي الله عنها أثنت على النساء اللاتي يفعلن هذا فقالت :( نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء أن يتفقهن في الدين ) ولكن إذا دار الأمر بين التصريح والتلميح فالأولى التلميح.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin -rahumahullah
tidak sepatutnya bagi manusia menjadikan malu penghalang dari memahami Agama Allah, karena Allah ta'ala tidak malu dari kebenaran, oleh karenanya dahulu para wanita bertanya kepada nabi Shallallahu 'alahi wa sallam dari perkara-perkara yang mereka malu darinya, sampai 'aisyah radliyallahu 'anha memuji para wanita yang melakukan perbuatan ini, maka ia berkata: (sebaik-baik wanita adalah wanita anshor yang mana malu tidak menghalangi mereka dari memahami agama (islam)) dan akan tetapi apabila perkara tersebut terjadi di antara penjelasan dan isyarat, maka yang lebih utama adalah isyarat.
من أقوال العلماء والدعاة

Dr. 'Aidl bin 'Abdillah Al-Qorniy


د.عائض بن عبد الله القرني |

ما هو العمل الذي اذا عملته بُني لك قصر في الجنة؟
...
الاجابة: قراءة سورة الاخلاص عشر مرات

Dr. 'Aidl bin 'Abdillah Al-Qorniy
apa amal yang apabila kamu melakukannyaakan dibangun untukmu sebuah istana di surga?
. . .
jawabannya: membaca surah al-ikhlas 10 kali

من أقوال العلماء والدعاة

Thursday, 6 September 2012

Jangan bersedih

الشيخ محمود المصرى لا تحزن .. لان الحزن يضعفك فى العبادة و يعطلك عن الجهاد و يورثك الاحباط و يدعوك الى سوء الظن و يوقعك فى التشاؤم . ٍSyaikh mahmud Al-Mishri janganlah bersedih. . . . karena sedih melemahkanmu dalm beribadah, menyebabkanmu mengabaikan jihad, mewariskanmu frustasi, mengajakmu kepada prasangka buruk, dan menempatkanmu di dalam kesialan/kepesimisan. من أقوال العلماء والدعاة

Saturday, 4 February 2012

ANTARA PENDAPAT ULAMA MENGENAI MAULID



Imam Jalaluddin Al-Sayuti (Lihat kitab: Husnul Maqsad Fi Amal Maulid).

Beliau ditanya tentang hukum perayaan Maulid pada bulan Rabiulawal: Apakah orang yang merayakannya mendapat pahala? Beliau menjawab: Perayaan Maulid pada hakikatnya ialah mengumpulkan kebanyakkan orang untuk membaca beberapa ayat al-Quran. Kemudian menjelaskan jalan-jalan dakwah sejak mula diutuskannya Rasulullah. Acara itu diisi dengan menghidangkan makanan sebelum para hadirin kembali ke tempat masing-masing. Dengan tidak berlebihan saya katakan bahawa perayaan semacam itu tergolong dalam bidaah hasanah yang bila dilakukan akan mendapat pahala. Mereka telah mengagungkan kedudukan Nabi S.A.W. dan menyatakan kesyukuran mereka di atas kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. sebagai penghulu umat.

Monday, 9 January 2012

Siapakah albani sebenarnya?

Di kalangan salafi (wahabi), lelaki satu ini dianggap muhaddis paling ulung di zamannya. Itu klaim mereka. Bahkan sebagian mereka tak canggung menyetarakannya dengan para imam hadis terdahulu. Fantastis. Mereka gencar mempromosikannya lewat berbagai media. Dan usaha mereka bisa dikata berhasil. Kalangan muslim banyak yang tertipu dengan hadis-hadis edaran mereka yang di akhirnya terdapat kutipan, “disahihkan oleh Albani, ”. Para salafi itu seolah memaksakan kesan bahwa dengan kalimat itu Al-Albani sudah setaraf dengan Imam Turmuzi, Imam Ibnu Majah dan lainnya.
Sebetulnya, kapasitas ilmu tukang reparasi jam ini sangat meragukan (kalau tak mau dibilang “ngawur”). Bahkan ketika ia diminta oleh seseorang untuk menyebutkan 10 hadis beserta sanadnya, ia dengan entengnya menjawab, “Aku bukan ahli hadis sanad, tapi ahli hadis kitab.” Si peminta pun tersenyum kecut, “Kalau begitu siapa saja juga bisa,” tukasnya.
Namun demikian dengan over pede-nya Albani merasa layak untuk mengkritisi dan mendhoifkan hadis-hadis dalam Bukhari Muslim yang kesahihannya telah disepakati dan diakui para ulama’ dari generasi ke generasi sejak ratusan tahun lalu. Aneh bukan?.
Siapakah Nashirudin al- Albani?

Dia lahir di kota Ashkodera, negara Albania tahun 1914 M dan meninggal dunia pada tanggal 21 Jumadal Akhirah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yordania. Pada masa hidupnya, sehari-hari dia berprofesi sebagai tukang reparasi jam. Dia memiliki hobi membaca kitab-kitab khususnya kitab-kitab hadits tetapi tidak pernah berguru kepada guru hadits yang ahli dan tidak pernah mempunyai sanad yang diakui dalam Ilmu Hadits.

Dia sendiri mengakui bahwa sebenarnya dia tidak hafal sepuluh hadits dengan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Rasulullah, meskipun begitu dia berani mentashih dan mentadh’iftan hadits sesuai dengan kesimpulannya sendiri dan bertentangan dengan kaidah para ulama hadits yang menegaskan bahwa sesungguhnya mentashih dan mentadh’ifkan hadits adalah tugas para hafidz (ulama ahli hadits yg menghapal sekurang-kurangnya seratus ribu hadits).
Namun demikian kalangan salafi menganggap semua hadits bila telah dishohihkan atau dilemahkan Albani mereka pastikan lebih mendekati kebenaran.

Penyelewengan Albani
Berikut diantara penyimpangan-penyimpangan Albani yang dicatat para ulama’
1) Menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya sebagaimana dia sebutkan dalam kitabnya berjudul Almukhtasar al Uluww hal. 7, 156, 285.
2) Mengkafirkan orang-orang yang bertawassul dan beristighatsah dengan para nabi dan orang-orang soleh seperti dalam kitabnya “at-Tawassul” .
3) Menyerukan untuk menghancurkan Kubah hijau di atas makam Nabi SAW (Qubbah al Khadlra’) dan menyuruh memindahkan makam Nabi SAW ke luar masjid sebagaimana ditulis dalam kitabnya “Tahdzir as-Sajid” hal. 68-69,
4) Mengharamkan penggunaan tasbih dalam berdzikir sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Salsalatul Ahadits Al-Dlo’ifah” hadits no: 83.
5) Mengharamkan ucapan salam kepada Rasulullah ketika shalat dg kalimat “Melarang Assalamu ‘alayka ayyuhan-Nabiyy”. Dia berkata: Katakan “Assalamu alan Nabiyy” alasannya karena Nabi telah meninggal, sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya yang berjudul “Sifat shalat an-Nabi”.
6) Memaksa umat Islam di Palestina untuk menyerahkan Palestina kepada orang Yahudi sebagaimana dalam kitabnya “Fatawa al Albani”.
7) Dalam kitab yang sama dia juga mengharamkan Umat Islam mengunjungi sesamanya dan berziarah kepada orang yang telah meninggal di makamnya.
8 ) Mengharamkan bagi seorang perempuan untuk memakai kalung emas sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Adaab az-Zafaaf “,
9) Mengharamkan umat Islam melaksanakan solat tarawih dua puluh raka’at di bulan Ramadan sebagaimana ia katakan dalam kitabnya “Qiyam Ramadhan” hal.22.
10) Mengharamkan umat Islam melakukan shalat sunnah qabliyah jum’at sebagaimana disebutkan dalam kitabnya yang berjudul “al Ajwibah an-Nafiah”.
Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak kesesatannya, dan Alhamdulillah para Ulama dan para ahli hadits tidak tinggal diam. Mereka telah menjelaskan dan menjawab tuntas penyimpangan-penyimpangan Albani. Diantara mereka adalah:
1.Muhaddits besar India, Habibur Rahman al-’Adhzmi yang menulis “Albani Syudzudzuhu wa Akhtha-uhu” (Albani, penyimpangan dan kesalahannya) dalam 4 jilid;
2.Dahhan Abu Salman yang menulis “al-Wahmu wath-Thakhlith ‘indal-Albani fil Bai’ bit Taqshit” (Keraguan dan kekeliruan Albani dalam jual beli secara angsuran);
3.Muhaddits besar Maghribi, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Irgham al-Mubtadi` ‘al ghabi bi jawazit tawassul bin Nabi fil radd ‘ala al-Albani al-Wabi”; “al-Qawl al-Muqni` fil radd ‘ala al-Albani al-Mubtadi`”; “Itqaan as-Sun`a fi Tahqiq ma’na al-bid`a”;
4.Muhaddits Maghribi, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Bayan Nakth an-Nakith al-Mu’tadi”;
5.Ulama Yaman, ‘Ali bin Muhammad bin Yahya al-’Alawi yang menulis “Hidayatul-Mutakhabbitin Naqd Muhammad Nasir al-Din”;
6.Muhaddits besar Syria, Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah yang menulis “Radd ‘ala Abatil wal iftira’at Nasir al-Albani wa shahibihi sabiqan Zuhayr al-Syawish wa mu’azirihima” (Penolakan terhadap kebatilan dan pemalsuan Nasir al-Albani dan sahabatnya Zuhayr al-Syawish serta pendukung keduanya);
7.Muhaddits Syria, Syaikh Muhammad ‘Awwama yang menulis “Adab al-Ikhtilaf” dan “Atsar al-hadits asy-syarif fi ikhtilaf al-a-immat al-fuqaha”;
8.Muhaddits Mesir, Syaikh Mahmud Sa`id Mamduh yang menulis “Tanbih al-Muslim ila Ta`addi al-Albani ‘ala Shahih Muslim” (Peringatan kepada Muslimin terkait serangan al-Albani ke atas Shahih Muslim) dan “at-Ta’rif bil awham man farraqa as-Sunan ila shohih wad-dho`if” (Penjelasan terhadap kekeliruan orang yang memisahkan kitab-kitab sunan kepada shohih dan dho`if);
9.Muhaddits Arab Saudi, Syaikh Ismail bin Muhammad al-Ansari yang menulis “Ta`aqqubaat ‘ala silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a lil-Albani” (Kritikan atas buku al-Albani “Silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a”); “Tashih Sholat at-Tarawih ‘Isyriina rak`ataan war radd ‘ala al-Albani fi tadh`ifih” (Kesahihan tarawih 20 rakaat dan penolakan terhadap al-Albani yang mendhaifkannya); “Naqd ta’liqat al-Albani ‘ala Syarh at-Tahawi” (Sanggahan terhadap al-Albani atas ta’liqatnya pada Syarah at-Tahawi”;
10.Ulama Syria, Syaikh Badruddin Hasan Diaab yang menulis “Anwar al-Masabih ‘ala dhzulumatil Albani fi shalatit Tarawih”.

Saran kami. Hendaknya seluruh umat Islam tidak gegabah menyikapi hadis pada buku-buku yang banyak beredar saat ini, terutama jika di buku itu terdapat pendapat yang merujuk kepada Albani dan kroni-kroninya.