Pages

Saturday, 9 July 2016

Doa Imam Ahmad ibn Hambal

Ahmad tengadah seraya berdoa,

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa Engkau di atas apa yang lebih banyak dari apa yang kami sukai, maka jadi-kanlah kami atas apa yang Engkau sukai selamanya!" "Lanjutkan!" seru kami. "Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada Engkau kekuatan seperti yang Engkau katakan pada langit dan bumi

[Datanglah kalian berdua menurut penntahku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab: kami datang dengan suka hati ]

Ya Allah, berikanlah kami taufiq untuk mencapai redhomu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dan merasa fakir kecuali kepada Engkau, dan berlindung dari kehinaan kecuali di hadapan Engkau. Ya Allah, janganlah Engkau limpahkan ke-pada kami (rezeki) yang membuat kami menjadi durjana, dan jangan pula Engkau sendatkan (rezeki) yang membuat kami lupa. Limpahkanlah kepada kami rahmat-Mu, kekuasaan rezeki-Mu yang dapat menghantarkan kami di dunia dan kecukupan dari kekuatan-Mu!"


Friday, 8 July 2016

Jauhi Dengki

Imam al-Ashma'i berkata, "Aku melihat seseorang yang berasal dari baduwi. Orang itu sudah berumur tua, dan aku berkata kepadanya, 'Aku lihat tubuhmu masih segar bugar.'

Dia berkata : 'Aku jauhkan diriku dan iri dengki. Ada orang bijak berkata seperti ini Kedengkian memakan tubuh

Imam Jahid berkata, "Di antara sikap yang arif dan bijak adalah, menjauhkan diri dari orang yang dengki, karena sakit yang diderita hatinya sudah cukup atas kemarahanmu kepadanya."

Orang baduwi yang bijak berkata, "Aku belum pernah melihat orang yang berbuat zhalim melebihi dari orang yang dengki. Bagaimana tidak, kenikmatan yang kamu dapat, baginya adalah bencana.


Oleh karena itu, jauhilah kedengkian. 
Dengan menjauhkan diri dari kedengkian, 
maka akan memadamkan kemarahan dan memberikan kedamaian." 

Tinggalkanlah kedengkian maka engkau akan bahagia 
Kedengkian hanya akan membakarmu di neraka 
Jika kamu dengki maka kesedihan menyelimutmu 
Jika kamu biarkan maka ia akan membuat mati 



Tanda-tanda makrifah pd Allah

"Tanda-tanda seorang yang mencapai makrifat Allah Swt. bahwa seluruh pemikirannya timbul dalam meditasi (perenungan mendalam), seluruh perkataannya senantiasa memuji dan menyucikan Allah Swt. dan amal perbuatannya senantiasa mengarah pada zikir (ingat) kepada Allah Swt. dan pandangan matanya melihat jelas kegaiban akan perbuatan dan kekuasaan Allah Swt." 


Ada suatu kisah yang menarik dari Ibrahim bin Adham. Pada suatu ketika, beliau bertemu dengan seorang laki-laki yang mengaku tidak bisa melepaskan did dari kebiasaan berbuat dosa atau maksiat. Laki-laki itu memohon nasihatnya agar bisa me-ninggalkan kebiasaan buruknya itu. Ibrahim bin Adham berkata, "Kalau kamu mau menerima lima syarat dan sanggup melaksanakannya maka tidak apa-apa kamu berbuat maksiat".

Mendengar kata-kata itu, laki-laki tersebut penasaran lalu bertanya:"Wahai Abu Ishaq (panggilan Ibrahim bin Adham), apa saja lima syarat au?" Ibrahim bin Adham berkata, "Yang pertama, kalau kamu ingin melakukan maksiat kepada Allah Swt., janganlah kamu makan rezeki-Nya". "Ya, kalau kamu sudah mengetahuinya, masih pantaskah kamu memakan rezeki-Nya, sementara kamu melanggar perintah-perintah-Nya?"

Lalu Ibrahim bin Adham meneruskan nasihatnya, "Syarat yang kedua, kalau kamu ingin berbuat maksiat, janganlah tinggal di bumi". "Wahai Abu Ishaq, kalau demikian aku tinggal di mana?" Tanya laki-laki itu. "Wahai hamba Allah Swt., pikirlah olehmu, apakah kamu pantas memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kamu masih melanggar perintah-perintah-Nya?" Jawab Ibrahim. "Ya, engkau benar, wahai Abu Ishaq". Ujarnya sambil menundukkan kepala karena merasa malu. Ibrahim bin Adham melanjutkan nasihatnya, "Syarat yang ketiga, kalau kamu masih ingin berbuat maksiat kepada Allah Swt., mau makan rezeki-Nya dan mau tinggal di bumi-Nya, carilah tempat yang tersembunyi dan tidak dapat dilihat oleh-Nya". Mendengar syarat yang ketiga ini, laki-laki itu terperanjat, dan bertanya: "Wahai Abu Ishaq, mana mungkin Allah Swt. tidak melihat saya?"

Mendengar syarat yang ketiga ini, laki-laki itu terperanjat, dan bertanya: "Wahai Abu Ishaq, mana mungkin Allah Swt. tidak melihat saya?" "Kalau kamu yakin bahwa Allah Swt. selalu melihat dan mengawasimu apakah masih ada niat kamu bcrbuat maksiat di hadapan-Nya?" tegur Ibra-him bin Adham. Laki-laki itu kemudian terdiam se-raya merenungkan perkataan Ibrahim bin Adham tersebut. lalu laki-laki itu kembali bertanya, "Wahai Abu Ishaq, lalu apa syarat keempatnya?"

"Kalau malaikat maut datang hendak mencabut ruhmu, katakanlah kepadanya, tangguhkanlah kema-tianku, aku masih ingin bertobat dan berbuat amal saleh" kata Ibrahim bin Adham. "Wahai Abu Ishaq, mana mungkin malaikat maut memenuhi permohonanku itu?" Laki-laki itu malah balik bertanya. Ibrahim bin Adham berkata, "Wahai hamba Allah Swt., kalau kamu sudah meyakini bahwa kamu tidak dapat menangguhkan datangnya kematianmu lalu jalan apa lagi yang mungkin dapat memberikan jalan keluar dari murka Allah Swt.?" "Baiklah wahai Abu Ishaq. Sekarang syarat yang kelima apa?" tanya laki-laki itu. "Wahai hamba Allah Swt., kalau malaikat Zabaniah datang hendak membawamu ke api neraka pada Hari Kiamat janganlah kamu mau ikut bersamanya".

"Wahai hamba Allah Swt., kalau malaikat Zabaniah datang hendak membawamu ke api neraka pada Hari Kiamat janganlah kamu mau ikut bersamanya': Laki-laki itu mulai sadar akan segala perbuatan maksiat yang dila-kukannya setelah mendengar nasihat Ibrahim bin Adham, seraya berkata, "Wahai Abu Ishaq, jelas malaikat Za-baniah tidak mungkin membiarkan aku menolak kehendak-Nya". "Kalau memang demikian, jalan apa lagi yang dapat menyelamatkan dirimu wahai hamba Allah Swt.?" tanya Ibrahim bin Adham.

"Wahai Abu Ishaq, cukup... cukup... janganlah engkau teruskan. Mulai saat ini aku akan mohon ampun dan bertobat kepada Allah dengan sebenar-benarnya" kata laki-laki itu sambil menangis dan sangat menyesali semua perbuatan maksiat yang selama ini dilakukannya. Sejak itu, laki-laki yang gemar melakukan maksiat itu benar-benar bertobat dan meninggalkan segala perbuatan yang dimurkai Allah Swt. Dan dengan penuh kesadaran dan keimanan, ia menjalankan segala perintah Allah Swt. dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya, hingga ajal menjemputnya. 





Friday, 10 June 2016

Jangan mudah berfatwa

- Ibn Mas'ud berkata, "Orang yang memberi fatwa dalam semua soalan yang diajukan kepadanya, adalah orang gila".

- Kata Ibn Abi Laila, "Aku menemui 120 orang ansar dari kalangan sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Apabila salah seorang ditanya masalah, dia akan menolak supaya diaju kepada yang lain. Yang lain pula menolak supaya diaju kepada yang lain, sehingga kembali kepada orang pertama".

- Al-Sakhtiyani berkata, "Orang yang paling pantas memberi fatwa, dialah yang paling sedikit ilmunya tentang khilaf ulama".

- Kita sepatut lebih malu kepada Imam Malik, yang pernah disoal dengan 50 masalah, beliau tidak menjawab walau satu soalan pun. Imam Malik berkata, "Sesiapa yang mahu menjawab, maka sebelum menjawabnya hendaklah merentangkan dirinya di atas syurga dan neraka, dan bagaimana kesudahannya di akhirat, barulah dia menjawab".

- Imam Malik juga pernah disoal satu masalah, lalu dia menjawab "Aku tidak tahu". Lalu dikatakan kepada Imam Malik, "Ini masalah mudah sahaja". Imam Malik marah dan berkata, "Dalam ilmu tidak ada suatu pun yang ringan".

- Berkata al-Khatib, "Sedikit sahaja orang yang gemar memberi fatwa, berlumba-lumba memberi fatwa, dan senantiasa memberi fatwa, kecuali kuranglah taufiq Allah kepadanya".

- Imam Sahnun pernah disoal satu masalah oleh seorang lelaki. Lalu tiga hari lelaki itu berulang-alik kepada Sahnun dan mendesaknya, "Soalan aku, -semoga Allah membaikkan urusanmu-".

Sahnun berkata, "Wahai sahabat, apa yang boleh aku lakukan dengan soalanmu. Ia rumit. Dalamnya ada banyak pendapat. Dan aku kebingungan padanya".

Lelaki itu berkata, "Kamu (layak menjawab) untuk semua soalan yang rumit".

Sahnun berkata, "Jauh sekali wahai anak saudaraku. Kata-katamu itu bukanlah lebih mendedahkan kamu daripada daging dan tulangku kepada api neraka. Alangkah banyak apa yang aku tidak mengetahui".

Sahnun berkata lagi, "Kalau kamu sabar, aku harap kamu boleh kembali semula dengan persoalan kamu ini. Kalau kamu mahu bertanya kepada orang lain selainku, pergilah dan masalah kamu itu mungkin dijawab segera dalam masa sekejap sahaja".

Ibn Solah berkata, "Dalam kalangan mereka ada yang melambat-lambatkan menjawab soalan yang dia tidak ragu padanya (yakni: tahu jawapannya), dan mereka bertawaqquf dalam masalah yang mudah yang dia boleh menjawabnya".

Saturday, 21 September 2013

Kata-kata Hikmah


1. Solat bukanlah "tayar ganti' yang anda tarik keluar ketika dilanda masalah, tapi ia adalah 'stereng' yang menunjukkan jalan benar.

2. Maka, kenapa cermin depan kereta begitu besar dan cermin pandang belakang begitu kecil?
Ini kerana masa lalu kita tidak begitu penting seperti masa hadapan kita. Maka, pandanglah ke hadapan dan majulah.

3. Persahabatan ibarat sebuah buku. Ia mengambil masa yang sedikit untuk dibakar, tapi bertahun-tahun untuk ditulis.

4. Semua perkara dalam kehidupan ini hanyalah sementara. Jika ia berjalan dgn baik, nikmatilah, ia takkan kekal lama. Jika ia berjalan dgn teruk,jgn sedih, ia juga takkan kekal lama.

5. Kawan-kawan lama adalah emas. Kawan-kawan baru adalah berlian. Jk anda mendapat sebutir berlian, jgn lupa emas tersebut krn utk memegang sebutir berlian, anda sentiasa memerlukan tapak emas.

6. Acapkali, ketika kita hilang harapan dan berfikir inilah pengakhirannya, ia hanyalah liku, bukannya penamat!

7. Apabila Allah swt menyelesaikan masalah2 anda, anda percaya memiliki kemampuan. Apabila Allah swt tdk menyelesaikan masalah2 anda, DIA percaya akan kemampuanmu.

8. Seorang yang buta bertanya kepada seorang lelaki bijaksana "bolehkah ada sesuatu yang lbh teruk berbanding kehilangan penglihatan? " Dia menjawab, "ya, kehilangan visi anda! "

9. Ketika anda mendoakan org lain, Allah swt mendengar kpd anda dan merahmati mereka; kadang kala apabila anda selamat dan bahagia, ingatlah bhw seseorang telah mendoakan anda.

10. Rasa bimbang tidak menghilangkan masalah hari esok, ia menghilangkan kedamaian hari ini.

Jika anda benar-benar menikmati kata-kata ini, mohon sebarkan kepada yang lain. Ia boleh menerangi hari seseorang. 


(dihantar oleh Us Zahazan)

Saturday, 18 May 2013

Ketegasan Ulama

Satu ketika Ibn Taimiyyah bersama dengan sejumlah ulama Damsyik pergi berjumpa dengan Raja Tatar yang bernama Qazan. Raja Tatar tersebut mendakwa telah menganut Islam, tetapi melakukan penyelewengan dan kezaliman terhadap umat Islam. Ibnu Taimiyyah masuk untuk menasihatinya. Dengan nada tegas dan mesej yang jelas Syeikhul Islam Ibn Taimiyyah menasihati Raja Qazan berkenaan.

Kata Syeikhul Islam Ibn Taimiyyah kepada penterjemah Raja Qazan: “Beritahu Qazan, engkau mendakwa engkau seorang muslim, aku dengar bersama engkau ramai ulama. Habis mengapa engkau memerangi negeri kami? Bapa dan datuk engkau Hulako dahulu adalah kafir, tetapi mereka tidak menyerang negeri kami, sebaliknya membuat perjanjian. Adapun engkau berjanji tetapi mungkir, berkata tetapi tidak tunaikan.”
Kemudian berlangsunglah dialog antara Ibn Taimiyyah dan Raja Qazan. Selepas itu Raja Qazan berkenaan menjamu sekelian yang hadir ke majlis tersebut dengan hidangan. Kesemua yang hadir makan dengan lazatnya. Namun Ibn Taimiyyah tidak mahu makan. Lalu Raja Tatar itu bertanya: “Mengapa engkau tidak mahu makan?”.

Monday, 15 April 2013

KATA-KATA TERAKHIR ASSYAHID UMAR MUKHTAR



Assyahid Umar Mukhtar, Amir Mujahidin Libya, memimpin jihad melawan penjajah Italia pada tahun 1920-1930-an. Dia berusia 70 tahun, ketika ia menderita luka parah, dan ditawan oleh penjajah.

Sunday, 14 April 2013

Syaikhul Islam Abdullah Fahim

Bukan Tuan Guru Hj Abdullah Sa'amah jee
Syaikhul Islam Abdullah Fahim dulu pn gitu....hihihihihihihihihi
Selepas Perang Dunia Kedua tercetus, Sheikh Abdullah Fahim telah mula terlibat dalam politik kepartian dengan menyertai Persatuan Melayu Seberang Perai. Ketika Umno ditubuhkan pada 1946, beliau adalah ahli Umno pertama dari Pulau Pinang. Beberapa ketika kemudian, kerana kemasyhuran beliau sebag
ai seorang ulama, beliau dilantik sebagai Pengerusi Jawatankuasa
Penasihat Agama Umno yang kemudiannya dikenali sebagai Bahagian Agama dan Pelajaran Umno. Meskipun menjadi ahli Umno, kemahuan beliau untuk melihat kemerdekaan tidak padam walaupun Umno ketika itu tidak memperjuangkan kemerdekaan.


WASIAT SYEIKH ABDULLAH FAHIM


Bismillahir Rahmanir Rahim. Alhamdulillah was sholatu was salamu 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa ashabihi. (Amma ba'd), tuan-tuan sedia maklum beratus-ratus tahun bahawa orang bangsa Melayu seMalaya ini dari peringkat ke bawah hingga ke peringkat ke atas, awam-awam, qadhi-qadhi, ulama-ulama, menteri-menteri hingga raja-raja sekalian mereka itu bermazhab dengan mazhab al-Imam asy-Syafi`i ijma`an tiada seorang pun yang bermazhab lain daripada mazhab Syafi`i (yahrumu kharqul ijma`/ diharamkan merobek ijma`).
Ambil mereka itu hukum-hukum fiqh Syafi`i daripada kitab Tohfah dan kitab Nihayah hingga kitab al-Umm dan mukhtasharatnya dan terjemahnya kepada bahasa Melayu seperti Sabilal Muhtadin, Bughyatuth Thullab dan Mathla`ul Badrain dan lainnya.
Usuluddin atas perjalanan Abil Hasan al-Asy`ari diambilkan daripada syuruh dan hawasyi Ummul Barahin dan Jawharah dan sebagainya daripada kitab-kitab Melayu.
Ilmu tasawwuf atas perjalanan al-Imam al-Ghazali diambilkan daripada Minhajul 'Abidin, Ihya` Ulumiddin dan terjemahnya kepada Melayu seperti Siyarus Salikin.
Maka ini kitab-kitab dan seumpamanya segala hukum dalamnya kesemua mustanbath daripada Quran dan hadits yang dihalusi dan ditapis oleh ulama-u ajilla` (ulama yang cemerlang lagi terbilang) diamal dengan dia sudah lebih daripada 1000 tahun dan diterjemah kepada bahasa melayu beratus -ratus tahun.

Al Ghazali membicarakan sifat hati khauf dan roja'

Saturday, 15 September 2012

Syaikh Msyari Rosyid


الشيخ مشاري راشد ||
"ربنا أصلح لنا السرائر ، وأيقظ لنا الضمائر ، وأنزل على عدوك وعدونا الدوائر". —

Syaikh Msyari Rosyid
" wahai rabb kami perbaikilah jiwa-jiwa kami, dan bangunkanlah perasaan-perasaan kami, dan turunkanlah atas musuh-musuhmu dan musuh-musuh kami malapetaka"

من أقوال العلماء والدعاة

Syaikh Abu Ishaq


الشيخ أبو إسحاق الحويني |

"لا اله الا الله"

بعض الناس يظن ان التلفظ بها عند الموت سهلاً

لا ، لا يتلفظ بها عند الموت الا من حققها في حياته

Syaikh Abu Ishaq

"laa ilaaha illallahu"
sebagian manusia mengira mengucapkannya mudah ketika sakaratul maut
seseorang tidak akan mengucapkannya ketika sakaratul maut kecuali yang merealisasikannya di dalam hidupnya"

من أقوال العلماء والدعاة

Assyeikh Mashari Rashid


الشيخ مشاري راشد ||
"اللهم اكتب لي نصيبا من خير تقسمه، ونورا تهدي به، ورحمة تنشرها، ورزقا تبسطه، وبلاء ترفعه، وفتنة تصرفها، وشرا تدفعه". —

" ya Allah tentukanlah bagiku bagian dari kebaikan yang engkau membagi-bagikannya, dan cahaya yang engkau memberi hidayah dengannya, dan rahmat yang engkau menyebarkannya, dan rizki yang engkau meluaskannya, dan bencana yang engkau angkat, dan ujian yang engkau menghindarkannya, dan keburukan yang engkau menolaknya."

من أقوال العلماء والدعاة

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin -rahumahullah


الشيخ محمد بن صالح العثيمين - رحمه الله |
لا ينبغي للإنسان أن يمنعه الحياء عن التفقه في دين الله، لأن الله تعالى لا يستحي من الحق ، ولهذا كانت النساء تسأل النبي صلى الله عليه وسلم عن الأمور التي يستحيى منها ، حتى إن عائشة رضي الله عنها أثنت على النساء اللاتي يفعلن هذا فقالت :( نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء أن يتفقهن في الدين ) ولكن إذا دار الأمر بين التصريح والتلميح فالأولى التلميح.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin -rahumahullah
tidak sepatutnya bagi manusia menjadikan malu penghalang dari memahami Agama Allah, karena Allah ta'ala tidak malu dari kebenaran, oleh karenanya dahulu para wanita bertanya kepada nabi Shallallahu 'alahi wa sallam dari perkara-perkara yang mereka malu darinya, sampai 'aisyah radliyallahu 'anha memuji para wanita yang melakukan perbuatan ini, maka ia berkata: (sebaik-baik wanita adalah wanita anshor yang mana malu tidak menghalangi mereka dari memahami agama (islam)) dan akan tetapi apabila perkara tersebut terjadi di antara penjelasan dan isyarat, maka yang lebih utama adalah isyarat.
من أقوال العلماء والدعاة

Dr. 'Aidl bin 'Abdillah Al-Qorniy


د.عائض بن عبد الله القرني |

ما هو العمل الذي اذا عملته بُني لك قصر في الجنة؟
...
الاجابة: قراءة سورة الاخلاص عشر مرات

Dr. 'Aidl bin 'Abdillah Al-Qorniy
apa amal yang apabila kamu melakukannyaakan dibangun untukmu sebuah istana di surga?
. . .
jawabannya: membaca surah al-ikhlas 10 kali

من أقوال العلماء والدعاة

Thursday, 6 September 2012

Jangan bersedih

الشيخ محمود المصرى لا تحزن .. لان الحزن يضعفك فى العبادة و يعطلك عن الجهاد و يورثك الاحباط و يدعوك الى سوء الظن و يوقعك فى التشاؤم . ٍSyaikh mahmud Al-Mishri janganlah bersedih. . . . karena sedih melemahkanmu dalm beribadah, menyebabkanmu mengabaikan jihad, mewariskanmu frustasi, mengajakmu kepada prasangka buruk, dan menempatkanmu di dalam kesialan/kepesimisan. من أقوال العلماء والدعاة

Saturday, 4 February 2012

ANTARA PENDAPAT ULAMA MENGENAI MAULID



Imam Jalaluddin Al-Sayuti (Lihat kitab: Husnul Maqsad Fi Amal Maulid).

Beliau ditanya tentang hukum perayaan Maulid pada bulan Rabiulawal: Apakah orang yang merayakannya mendapat pahala? Beliau menjawab: Perayaan Maulid pada hakikatnya ialah mengumpulkan kebanyakkan orang untuk membaca beberapa ayat al-Quran. Kemudian menjelaskan jalan-jalan dakwah sejak mula diutuskannya Rasulullah. Acara itu diisi dengan menghidangkan makanan sebelum para hadirin kembali ke tempat masing-masing. Dengan tidak berlebihan saya katakan bahawa perayaan semacam itu tergolong dalam bidaah hasanah yang bila dilakukan akan mendapat pahala. Mereka telah mengagungkan kedudukan Nabi S.A.W. dan menyatakan kesyukuran mereka di atas kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. sebagai penghulu umat.

Monday, 9 January 2012

Siapakah albani sebenarnya?

Di kalangan salafi (wahabi), lelaki satu ini dianggap muhaddis paling ulung di zamannya. Itu klaim mereka. Bahkan sebagian mereka tak canggung menyetarakannya dengan para imam hadis terdahulu. Fantastis. Mereka gencar mempromosikannya lewat berbagai media. Dan usaha mereka bisa dikata berhasil. Kalangan muslim banyak yang tertipu dengan hadis-hadis edaran mereka yang di akhirnya terdapat kutipan, “disahihkan oleh Albani, ”. Para salafi itu seolah memaksakan kesan bahwa dengan kalimat itu Al-Albani sudah setaraf dengan Imam Turmuzi, Imam Ibnu Majah dan lainnya.
Sebetulnya, kapasitas ilmu tukang reparasi jam ini sangat meragukan (kalau tak mau dibilang “ngawur”). Bahkan ketika ia diminta oleh seseorang untuk menyebutkan 10 hadis beserta sanadnya, ia dengan entengnya menjawab, “Aku bukan ahli hadis sanad, tapi ahli hadis kitab.” Si peminta pun tersenyum kecut, “Kalau begitu siapa saja juga bisa,” tukasnya.
Namun demikian dengan over pede-nya Albani merasa layak untuk mengkritisi dan mendhoifkan hadis-hadis dalam Bukhari Muslim yang kesahihannya telah disepakati dan diakui para ulama’ dari generasi ke generasi sejak ratusan tahun lalu. Aneh bukan?.
Siapakah Nashirudin al- Albani?

Dia lahir di kota Ashkodera, negara Albania tahun 1914 M dan meninggal dunia pada tanggal 21 Jumadal Akhirah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yordania. Pada masa hidupnya, sehari-hari dia berprofesi sebagai tukang reparasi jam. Dia memiliki hobi membaca kitab-kitab khususnya kitab-kitab hadits tetapi tidak pernah berguru kepada guru hadits yang ahli dan tidak pernah mempunyai sanad yang diakui dalam Ilmu Hadits.

Dia sendiri mengakui bahwa sebenarnya dia tidak hafal sepuluh hadits dengan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Rasulullah, meskipun begitu dia berani mentashih dan mentadh’iftan hadits sesuai dengan kesimpulannya sendiri dan bertentangan dengan kaidah para ulama hadits yang menegaskan bahwa sesungguhnya mentashih dan mentadh’ifkan hadits adalah tugas para hafidz (ulama ahli hadits yg menghapal sekurang-kurangnya seratus ribu hadits).
Namun demikian kalangan salafi menganggap semua hadits bila telah dishohihkan atau dilemahkan Albani mereka pastikan lebih mendekati kebenaran.

Penyelewengan Albani
Berikut diantara penyimpangan-penyimpangan Albani yang dicatat para ulama’
1) Menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya sebagaimana dia sebutkan dalam kitabnya berjudul Almukhtasar al Uluww hal. 7, 156, 285.
2) Mengkafirkan orang-orang yang bertawassul dan beristighatsah dengan para nabi dan orang-orang soleh seperti dalam kitabnya “at-Tawassul” .
3) Menyerukan untuk menghancurkan Kubah hijau di atas makam Nabi SAW (Qubbah al Khadlra’) dan menyuruh memindahkan makam Nabi SAW ke luar masjid sebagaimana ditulis dalam kitabnya “Tahdzir as-Sajid” hal. 68-69,
4) Mengharamkan penggunaan tasbih dalam berdzikir sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Salsalatul Ahadits Al-Dlo’ifah” hadits no: 83.
5) Mengharamkan ucapan salam kepada Rasulullah ketika shalat dg kalimat “Melarang Assalamu ‘alayka ayyuhan-Nabiyy”. Dia berkata: Katakan “Assalamu alan Nabiyy” alasannya karena Nabi telah meninggal, sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya yang berjudul “Sifat shalat an-Nabi”.
6) Memaksa umat Islam di Palestina untuk menyerahkan Palestina kepada orang Yahudi sebagaimana dalam kitabnya “Fatawa al Albani”.
7) Dalam kitab yang sama dia juga mengharamkan Umat Islam mengunjungi sesamanya dan berziarah kepada orang yang telah meninggal di makamnya.
8 ) Mengharamkan bagi seorang perempuan untuk memakai kalung emas sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Adaab az-Zafaaf “,
9) Mengharamkan umat Islam melaksanakan solat tarawih dua puluh raka’at di bulan Ramadan sebagaimana ia katakan dalam kitabnya “Qiyam Ramadhan” hal.22.
10) Mengharamkan umat Islam melakukan shalat sunnah qabliyah jum’at sebagaimana disebutkan dalam kitabnya yang berjudul “al Ajwibah an-Nafiah”.
Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak kesesatannya, dan Alhamdulillah para Ulama dan para ahli hadits tidak tinggal diam. Mereka telah menjelaskan dan menjawab tuntas penyimpangan-penyimpangan Albani. Diantara mereka adalah:
1.Muhaddits besar India, Habibur Rahman al-’Adhzmi yang menulis “Albani Syudzudzuhu wa Akhtha-uhu” (Albani, penyimpangan dan kesalahannya) dalam 4 jilid;
2.Dahhan Abu Salman yang menulis “al-Wahmu wath-Thakhlith ‘indal-Albani fil Bai’ bit Taqshit” (Keraguan dan kekeliruan Albani dalam jual beli secara angsuran);
3.Muhaddits besar Maghribi, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Irgham al-Mubtadi` ‘al ghabi bi jawazit tawassul bin Nabi fil radd ‘ala al-Albani al-Wabi”; “al-Qawl al-Muqni` fil radd ‘ala al-Albani al-Mubtadi`”; “Itqaan as-Sun`a fi Tahqiq ma’na al-bid`a”;
4.Muhaddits Maghribi, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Bayan Nakth an-Nakith al-Mu’tadi”;
5.Ulama Yaman, ‘Ali bin Muhammad bin Yahya al-’Alawi yang menulis “Hidayatul-Mutakhabbitin Naqd Muhammad Nasir al-Din”;
6.Muhaddits besar Syria, Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah yang menulis “Radd ‘ala Abatil wal iftira’at Nasir al-Albani wa shahibihi sabiqan Zuhayr al-Syawish wa mu’azirihima” (Penolakan terhadap kebatilan dan pemalsuan Nasir al-Albani dan sahabatnya Zuhayr al-Syawish serta pendukung keduanya);
7.Muhaddits Syria, Syaikh Muhammad ‘Awwama yang menulis “Adab al-Ikhtilaf” dan “Atsar al-hadits asy-syarif fi ikhtilaf al-a-immat al-fuqaha”;
8.Muhaddits Mesir, Syaikh Mahmud Sa`id Mamduh yang menulis “Tanbih al-Muslim ila Ta`addi al-Albani ‘ala Shahih Muslim” (Peringatan kepada Muslimin terkait serangan al-Albani ke atas Shahih Muslim) dan “at-Ta’rif bil awham man farraqa as-Sunan ila shohih wad-dho`if” (Penjelasan terhadap kekeliruan orang yang memisahkan kitab-kitab sunan kepada shohih dan dho`if);
9.Muhaddits Arab Saudi, Syaikh Ismail bin Muhammad al-Ansari yang menulis “Ta`aqqubaat ‘ala silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a lil-Albani” (Kritikan atas buku al-Albani “Silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a”); “Tashih Sholat at-Tarawih ‘Isyriina rak`ataan war radd ‘ala al-Albani fi tadh`ifih” (Kesahihan tarawih 20 rakaat dan penolakan terhadap al-Albani yang mendhaifkannya); “Naqd ta’liqat al-Albani ‘ala Syarh at-Tahawi” (Sanggahan terhadap al-Albani atas ta’liqatnya pada Syarah at-Tahawi”;
10.Ulama Syria, Syaikh Badruddin Hasan Diaab yang menulis “Anwar al-Masabih ‘ala dhzulumatil Albani fi shalatit Tarawih”.

Saran kami. Hendaknya seluruh umat Islam tidak gegabah menyikapi hadis pada buku-buku yang banyak beredar saat ini, terutama jika di buku itu terdapat pendapat yang merujuk kepada Albani dan kroni-kroninya.

Thursday, 29 December 2011

Ibnu Al Jauzi (510 H)

-  Ibnu Al Jauzi (510 H), seorang ulama ternama dalam madzhab Hambali juga banyak mendapatkan warisan dari  ayahnya,diguna menampung perbelanjaan pendidikannya. Hal ini terungkap, tatkala ia memberi nasehat kepada anak-anaknya, agar senantiasa bersabar dalam mencari ilmu, dan senantiasa menjaga kehormatan diri.

Beliau menulis dalam Laftah Al Kabid, fi Nashihati Al Walad, tentang nasehatnya kepada anaknya, sewaktu mereka masih kecil: ”Ketahuilah wahai anakku, bahwa ayahku adalah seorang yang kaya, dan telah meninggalkan ribuan harta. Ketika aku baligh, ia memberiku 20 dinar dan 2 rumah. Lalu aku mengambi dinar untuk kubelanjakan buku, lalu aku jual rumah dan aku gunakan uangnya unyuk mencari ilmu, hingga harta itu habis tidak tersisa.

Ayahmu tidak terhina dikarenakan mencari ilmu, sehingga berkeliling ke negeri-negeri untuk mencari belas kasih orang lain. Aku merasa kecukupan, Allah berfirman: ”Barang siapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dan memberi rezki dengan cara yang tidak disangka-sangka”.

Lalu beliau mengatakan, ”Maka, bersungguh-sungguhlah wahai anakku untuk tetap menjaga kehormatanmu, hingga tidak mencari-cari dunia yang akan menghinakan pemiliknya. Ada yang mengatakan bahwa, barang siapa qona’ah terhadap roti, maka ia tidak akan menjadi hamba bagi manusia”.

Ibnu Al Jauzi berani menempuh kesusahan di saat beliau mencari ilmu, antara lain kesusahan dalam rezeki, akan tetapi beliau tetap bersabar. Hingga ketika ilmu yang beliau peroleh sudah amat banyak, maka rezekilah yang mendatanginya

(Lihat biografi beliau dalam Tadzkirah Huffadz, Imam ad Dzahabi, 4/1347).

Monday, 26 December 2011

Lenyapnya Agama kerana ...

Syekh Abdul Qair Al-Jailani ~ قال الشيغ عبد القادر الجيلاني

ذَهَابُ دِيْنِكُمْ مِنْ أَرْبَعَةٍ

١) إِنَّكُمْ لاَ تَعْمَلُوْنَ بِمَا تَعْلَمُوْنَ
...
٢) إِنَّكُمْ تَعْمَلُوْنَ بِمَا لاَ تَعْمَلُوْنَ

٣) إِنَّكُمْ لاَ تَعْمَلُوْنَ مَالاَ تَعْمَلُوْنَ فَتَبْقَوْنَ جُهَّالاً

٤) إِنَّكُمْ تَمْنَعُوْنَ النَّاسَ مِنْ تَعَلُّمِ مَالاَ يَعْلَمُوْنَ
"Lenyapnya agama kalian kerna empat hal: Kalian tdk mau mengamalkan ilmu yg kalian peroleh, kalain beramal tanpa ilmu, kalian tdk mau belajar hal2 yg tak kalian ketahui sehingga kalian tetap menjadi orang bodoh, kalian merintangi orang2 utk mempelajari sesuatu yg tdk mereka ketahui".